• About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Sabtu, Maret 7, 2026
ROA
  • Login
  • Home
  • Publikasi
    • Infografis
  • Dukung Kami
    • Pengurangan Resiko dan Mitigasi Bencana
    • Penguatan Ekonomi dan Pasar Berkelanjutan
    • Kehutanan dan Lingkungan
  • Kampanye
    • Video
  • News Centre
    • Artikel
  • Webinar
No Result
View All Result
ROA
  • Home
  • Publikasi
    • Infografis
  • Dukung Kami
    • Pengurangan Resiko dan Mitigasi Bencana
    • Penguatan Ekonomi dan Pasar Berkelanjutan
    • Kehutanan dan Lingkungan
  • Kampanye
    • Video
  • News Centre
    • Artikel
  • Webinar
No Result
View All Result
ROA

Udang-Udang Cantik Pemikat Cumi

Subarkah by Subarkah
Sabtu, 5 Oktober 2019
in Pengurangan Resiko dan Mitigasi Bencana
0
Udang-Udang Cantik Pemikat Cumi

Bapak tiga orang anak yang kerab disapa Akbar (37) tahun yang berdomisili di Lampong Kelurahan Talang Batu Kecamatan Banawa Kabupaten Donggala memiliki usaha yang unik dan mungkin kurang orang menggeluti usaha ini. Ia telah menggeluti usahanya selama delapan tahun dengan kemampuan modal yang tidak banyak namun bisa menghidupi keluarga dari membuat Udang-Udang Cantik Pemikat Cumi.

“Saya ini sering mencari ikan di laut seiring dengan pengalaman itu, saya kemudian mengembangkan usaha dengan membuat replika udang secara otodidak dan hasilnya cukup membantu penghidupan keluarga kami selama ini,”Ungkapnya.

Akbar mengatakan ia dapat menghasilkan hingga 100 udang replika dengan berbagai model yang semuanya mirip dengan udang sesungguhnya yang merupakan pemikat dan menjadi makanan cumi atau suntung. Replika udang-udang buatannya tentu mempermudah memperoleh atau menangkap cumi bagi nelayan atau penggemar mancing.

Ia menyebutkan untuk membuat udang sebanyak 100 udang replika membutuhkan waktu selama dua bulan dan untuk hasil kerjanya itu ia menjualnya ke pengumpul di Kota Palu dan pengumpul tersebut menjualnya dengan harga Rp60.000 hingga Rp70.000 persatu udang replika dengan menggunakan peralatan yang cukup sederhana.

“Peralatan memang cukup sederhana, akan tetapi untuk membuat sebuah replika udang ini yang cukup membutuhkan keahlian tersendiri dan mesti benar-benar cermat makanya memang harus telaten karena jika tidak bisa rusak atau malah tidak begitu sesuai dengan udang sesungguhnya,”Ujarnya.

Akbar mencontohkan semisal untuk ukurannya, warnanya dan serta detail seluruh anatomi dari udang benar-benar harus serupa. Dari sisi itulah membutuhkan kesabaran dan keuletan dalam membuatnya sehingga tidak heran jika waktu pembuatannya pun membutuhkan waktu.

“Yah harus detil dalam membuatnya setimpal pula dengan harga yang diperoleh. Dan Alhamdulillah udang pemikat cumi hasil karyanya telah dimanfaatkan oleh orang lain untuk mencari rezeki atau sekedar menyalurkan hobi mereka memancing,”Imbuhnya.(subarkah)

Previous Post

Mengembangkan Pewarna Alami untuk Kain Tenun

Next Post

Gelang EHA ikut Festival Parara di Jakarta

Next Post
Gelang EHA  ikut Festival Parara di Jakarta

Gelang EHA ikut Festival Parara di Jakarta

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Current Month

march, 2026

No Events

Info Gempa
Lihat Selengkapnya

Fokus Kami

  • Perhutanan Sosial dan Mitigasi Perubahan Iklim
  • Penguatan Ekonomi dan Pasar Berkelanjutan
  • Pendidikan dan Pendampingan serta Pengembangan Kapasitas Komunitas
  • Pengurangan Resiko dan Mitigasi Bencana
  • Artikel
  • Video
  • Publikasi
  • Resolusi

© 2021 Relawan Orang dan Alam Sulawesi Tengah

No Result
View All Result
  • Home
  • Publikasi
    • Infografis
  • Dukung Kami
    • Pengurangan Resiko dan Mitigasi Bencana
    • Penguatan Ekonomi dan Pasar Berkelanjutan
    • Kehutanan dan Lingkungan
  • Kampanye
    • Video
  • News Centre
    • Artikel
  • Webinar

© 2021 Relawan Orang dan Alam Sulawesi Tengah

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
X
X