Parigi Moutong – Semarak memperingati Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia di Desa Oncone, Kecamatan Tinombo Selatan, Kabupaten Parigi Moutong, diisi dengan kegiatan edukatif yang mengajak anak-anak mengenal pentingnya menjaga lingkungan. Sejumlah anak Sekolah Dasar (SD) dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), bersama orang tua pendamping, mengikuti lomba mewarnai dan bermain kwartet bertema lingkungan, Sabtu (16/08/2026).
Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang hiburan dalam menyambut kemerdekaan, tetapi juga menjadi ruang belajar bagi anak-anak untuk mengenal lingkungan sejak dini. Dua isu utama yang diangkat dalam kegiatan ini adalah pengelolaan kawasan mangrove dan pengelolaan sampah.”Ujar Ikbal dari Perkumpulan Relawan untuk Orang dan Alam.
Ia menambahkan melalui lomba mewarnai, anak-anak diajak menuangkan kreativitas sekaligus mengenal manfaat mangrove bagi kehidupan masyarakat pesisir. Mangrove memiliki peran penting dalam menjaga ekosistem pesisir, menjadi habitat berbagai jenis biota, membantu melindungi wilayah pantai, serta mendukung ketahanan masyarakat dalam menghadapi dampak perubahan iklim.
Sementara itu, permainan kwartet menjadi media edukasi yang menyenangkan untuk memperkenalkan berbagai pengetahuan mengenai lingkungan darat dan pesisir, termasuk pentingnya mengurangi sampah, memilah sampah sejak dari sumbernya, serta menjaga kebersihan lingkungan sekitar.
Materi dan edukasi lingkungan dalam kegiatan tersebut disampaikan oleh Ari dan Muhajir. Pemuda Peduli Mangrove dan Kelompok Bank Sampah Desa Oncone Raya. Keduanya mengajak peserta dan orang tua untuk melihat bahwa menjaga lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh anggota masyarakat, termasuk anak-anak.
“Melalui momentum perayaan kemerdekaan RI ke-81, anak-anak dapat belajar tentang lingkungan dengan cara yang menyenangkan. Harapannya, pengetahuan yang mereka dapatkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari tidak membuang sampah sembarangan hingga ikut menjaga kawasan mangrove,” Pesan Ari.

Selain mendapatkan pengalaman dan pengetahuan baru, peserta juga memperoleh hadiah menarik yang mendukung aksi-aksi adaptasi perubahan iklim. Hadiah tersebut diharapkan tidak sekadar menjadi penghargaan atas partisipasi peserta, tetapi juga dapat mendorong anak-anak dan keluarga untuk mulai melakukan tindakan sederhana yang ramah lingkungan di rumah maupun di lingkungan desa.
Hal senada juga disampaikan Muhajir Pengelola Bank Sampah, kegiatan ini sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat pesan bahwa semangat kemerdekaan dapat diwujudkan melalui kepedulian terhadap lingkungan. Menjaga mangrove, mengelola sampah, dan membangun kebiasaan hidup ramah lingkungan merupakan bagian dari upaya bersama untuk menciptakan lingkungan yang sehat sekaligus memperkuat ketahanan masyarakat menghadapi perubahan iklim.
“Semangat kemerdekaan pun terasa semakin bermakna ketika anak-anak tidak hanya merayakannya dengan perlombaan, tetapi juga belajar menjadi generasi yang peduli, kreatif, dan memiliki kepedulian terhadap keberlanjutan lingkungan di masa depan”Harap Muhajir.

