Upaya mewujudkan kelestarian ekosistem terestrial dan pesisir yang dikelola secara berkelanjutan dilakukan melalui penguatan peran masyarakat dan kelembagaan pengelola kawasan. Di Desa Oncone Raya, Kabupaten Parigi Moutong, aksi konservasi pesisir diwujudkan melalui pembentukan Kelompok Mangrove sebagai wadah partisipasi masyarakat dalam menjaga dan memulihkan ekosistem mangrove. Kelompok ini berperan dalam kegiatan penanaman, perawatan, serta peningkatan pemahaman masyarakat tentang fungsi mangrove sebagai pelindung pesisir, habitat biota, dan penyangga kehidupan ekonomi masyarakat pesisir. Pendekatan berbasis komunitas ini mendorong pengelolaan ekosistem pesisir yang berkelanjutan dan berorientasi jangka panjang.
Sejalan dengan itu, di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Desa Ngatabaru, Kabupaten Sigi, aksi konservasi difokuskan pada penguatan pengelolaan ekosistem terestrial melalui optimalisasi peran Unit Pelaksana Teknis (UPT) Tahura yang telah ada. Program diarahkan untuk memperkuat keanggotaan, meningkatkan kapasitas pengelola, serta mendorong keterlibatan masyarakat sekitar kawasan. Selain aspek pengelolaan, upaya promosi Tahura juga dilakukan untuk meningkatkan kunjungan kawasan sebagai ruang konservasi, edukasi lingkungan, dan wisata alam berbasis kelestarian, sehingga keberadaan Tahura semakin dikenal dan didukung oleh publik luas.
Melalui pendekatan yang saling terhubung antara konservasi pesisir dan terestrial, kedua inisiatif ini berkontribusi pada meningkatnya kelestarian ekosistem yang dikelola secara berkelanjutan. Penguatan kelembagaan, partisipasi masyarakat, dan peningkatan kesadaran publik menjadi pondasi penting dalam memastikan bahwa perlindungan lingkungan berjalan seiring dengan manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat sekitar kawasan. (fha)



