Tentang Kami

 

Bencana (Disaster) adalah malapetaka yang kerap kali datang menimpa dan mengakibatkan jatuhnya banyak korban baik berupa materi (harta benda) bahkan sampai jatuhnya korban jiwa. Dampak yang besar juga berupa rusaknya infrastruktur dan fasilitas umum.

Bencana alam (Natural Diserter) sepanjang tahun 2004 hingga sekarang datang sambung-menyambung menghantam Indonesia tidak terkecuali Sulawesi Tenggah sebagai daerah yang berada di jalur Patahan yang dikenal dengan Patahan Palu Koro yang pada setiap tahunnya yang mengalami pergeseran muka bumi Di Sulawesi Tengah sering kali terjadi bencana alam seperti : Banjir, Tsunami dan Gempa Tektonik bahkan vulkanik, akan tetapi untuk gempa vulkanik jarang terjadi, hal ini dikarenakan daerah ini hanya mempunyai 1 (satu) gunung berapi yang berada di wilayah Kabupaten Tojo Una-una yang berjarak +320 KM dari Palu.

Selain itu bencana alam Sulawesi Tengah sekarang ini sedang dilanda bencana yang juga sangat dasyat yaitu bencana sosial kemanusiaan yang di picu konflik pengelolaan Sumber Daya Alam yang tidak beraturan serta berbagai konflik politik juga menunjukan kerentanan kita atas masalah bencana ini.

Konflik Poso diketahui telah mengakibatkan banyaknya kerugian harta dan jiwa juga ribuan pengungsi yang keluar dari daerah konflik tersebut yang tersebar di mana-mana juga belumlah mendapatkan penanganan yang serius dari pemda setempat.

Atas berbagai kejadian dan kerentanan bencana itu, kita baik masyarakat sipil maupun pemerintahan tidak memiliki kesiapan yang memadai dalam menghadapinya, Sehingga dapat terlihat secara nyata ketika terjadi bencana baik bencana alam maupun bencana sosial lainnya, hampir tidak ada respon yang cepat dan memadai serta pengeloaan bantuan pasca bencana yang amburadul bahkan ada yang diselewengkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Realitas semacam ini seyogyanya tidak bisa dibiarkan terus-menerus terjadi dan perlu adanya upaya sistematis dari berbagai pihak untuk bersama-sama menanggani masalah bencana ini.

ROA adalah singkatan dari Relawan Untuk Orang dan Alam adalah salah satu organisiasi dan inisiatif masyarakat sipil yang secara sularela bekerja dan berbakti bagi upaya kerja kemanusiaan dan bencana alam di masa sekarang dan masa datang.
ROA di dirikan pada tanggal 14 Februari 2005 di Palu oleh beberapa warga dari latar belakang Aktivis Ornop, Pecinta Alam, Jurnalis, Ibu Rumah Tangga, Pegawai Negeri Sipil, Guru, Pengusaha Kecil dll.

Upaya kecil ini kelak akan bergabung dengan gerakan yang lebih besar untuk berkontribusi dalam gerakan kemanusiaan. Sebutan kata ROA diadopsi dari ROA dalam bahasa kaili, salah satu etnik terbesar yang ada di Sulawesi Tengah yang berarti teman atau sahabat. Kata ini memiliki makna persahabatan dan kebersamaan dalam perjuangan serta upaya kehidupan sehari-hari. Adopsi kata ROA dari bahasa kaili ini tentu saja tidak dimaksudkan sebagai bagian dari sektarianisme etnis, namun semata-mata hanya apresiasi kedalaman arti kata sahabat itu sendiri dan spirit kebersamaan yang selama ini menjadi perekat bangsa kita Bangsa Indonesia

X
X